Batuan asli tersebut mengalami peningkatan kekerasan akibat dehidrasi, namun komposisi mineralnya pada dasarnya tidak mengalami rekristalisasi. Batuan ini memiliki struktur yang bervariasi dan sifat fisik yang bervariasi pula.
Penampilannya padat dengan kristal-kristal yang tersembunyi. Partikel-partikel mineralnya sangat halus sehingga sulit dibedakan dengan mata telanjang. Sering terdapat sejumlah kecil serisit dan mineral lainnya pada permukaan lempeng, yang membuat permukaan lempeng tersebut sedikit mengkilap.
Secara umum, batu tulis dapat diberi nama secara rinci berdasarkan kotoran warna yang berbeda, misalnya batu tulis hitam berkarbon dan batu tulis kapur berwarna abu-abu kehijauan. Pada metamorfosis kontak termal tingkat rendah, dapat terbentuk batuan metamorfik dangkal dengan struktur bertitik dan struktur berbentuk lempeng, yang biasanya disebut "batuan bertitik". Batu tulis dapat digunakan sebagai bahan bangunan dan bahan dekorasi. Pada zaman kuno, batu tulis sering digunakan sebagai genteng di daerah yang kaya akan batu tulis.





